Jan 30

Konten Hebat: Komunikatif

Tag: Konten Hebatbahtiarhs @ 7:42 am

“Komunikasi” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.” Definisi ini mungkin terlalu sempit, karena hanya menyebut “orang” sebagai pengirim dan penerima pesan. Padahal komunikasi terjadi pada seluruh makhluk hidup.

Tetapi sudahlah, itu tidak penting. Yang lebih penting, dari definisi itu kita dapati komponen penting sebuah komunikasi terjadi. Pertama, adanya pengirim pesan (sender, emisor). Kedua, adanya penerima pesan (receiver, destination). Ketiga, adanya pesan yang dikirim (message, content). Keempat, pesan dapat dipahami. Jika salah satu dari keempat komponen itu tidak terpenuhi, maka sebuah komunikasi tidak terjadi. Berapa banyak komunikasi terjadi di sekitar kita tetapi dengan content atau pesan yang tak dapat dipahami — sehingga pada dasarnya tidak pernah terjadi sebuah komunikasi.

Oleh karena itu, secara sederhana komunikasi bisa diilustrasikan seperti pada gambar ini.

komunikasi

Emisor mengirim content kepada Destination melalui gambar yang ia perlihatkan (visual) dan terangkan (audio) serta dilihat (visual) serta didengarkan (audio) oleh Destination. Komunikasi hanya terjadi jika content (berupa “Tree” / pohon) yang disampaikan Emisor dipahami Destination sebagai content yang sama (berupa “Tree” / pohon). Tetapi jika hanya “Tree” saja, komunikasi tersebut belumlah efektif, karena terlalu banyak pohon di dunia ini. Komunikasi itu menjadi sangat berhasil jika Destination mampu memahami pesan itu adalah “Pohon Bunga Asmara (Anthurium) berumur 2 tahun 11 bulan yang bisa ditukar dengan sepeda motor Tiger seri terbaru”; sama persis dengan yang dimaksud Emisor.

Konten yang hebat, karenanya adalah konten yang komunikatif. Yakni konten yang mudah dipahami oleh Destination (dalam konteks ini para pembaca) sehingga pesan yang terkandung di dalamnya diterima persis seperti apa yang dimaksud penulisnya (Emisor). Komunikasi yang “baik” seperti ini tentu sangat menginspirasi dan mencerahkan (pembaca), tetapi untuk mencapainya tidaklah mudah. Seperti kata Anne Morrow Lindbergh (22 Juni 1906-7 Pebruari 2001), seorang pionir penerbang dan penulis terkenal dari Amerika, bahwa “Good communication is as stimulating as black coffee, and just as hard to sleep after.”

Bagaimana cara kita membangun konten yang komunikatif? Mungkin kita bisa memulainya dengan menyederhanakan yang rumit, menunjukkan dan bukan sekedar menceritakan, fokus, jangan bertele-tele, serta jangan menulis yang memang tak perlu ditulis. Sampaikan dengan hati, kata ustadz Fauzil Adhim dalam sebuah kesempatan, maka akan diterima dengan hati.

Walhasil, komunikatif? Pasti!

***

Keterangan.
Sumber gambar: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/b/b0/Communication_emisor.jpg
Informasi lebih banyak bisa didapat:
- http://en.wikipedia.org/wiki/Communication (tentang Communication)
- http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/ (KBBI Daring)
- http://en.wikipedia.org/wiki/Anne_Morrow_Lindbergh (tentang Anne Morrow Lindbergh)

One Response to “Konten Hebat: Komunikatif”

  1. suhairi says:

    cuman permasalahannya, ketika kita menulis dengan bahasa yang sangat sederhana, orang-orang menilai tulisan kita kurang berkualitas.

Leave a Reply