Jan 30
KBBI, Rujukan Yang Terlupakan
Coba Anda tebak, mana yang benar:
- Faham atau paham?
- Fikir atau pikir?
- Kwalitas atau kualitas?
- Kwitansi atau kuitansi?
- Aktifitas atau aktivitas?
- Efektifitas, efektivitas atau evektivitas?
- Sholat atau salat?
- Adzan atau azan?
- Shubuh atau subuh?
Dan sederetan kata yang lain, yang banyak diantara kita tak mengindahkannya dalam menulis. Padahal sudah ada kitab babon rujukan untuk menggunakan kata yang tepat, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
KBBI yang terbit pertama pada 28 Oktober 1988 itu merupakan rujukan utama dan dipercaya oleh para pengguna Bahasa Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri. Setiap perselisihan kata, maka KBBI-lah hakimnya. Hanya tidak setiap orang datang ke hakim terpercaya ini. Itulah ironisnya.
Saya rasa sebagai salah seorang penulis yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai pengantar, maka wajib hukumnya bagi kita untuk menggunakan KBBI ini sebagai rujukan. Memang seiring berkembangnya kosakata Bahasa Indonesia yang sangat pesat mungkin tidak diimbangi dengan pemutakhiran KBBI. Tetapi hal itu tidaklah menjadi alasan untuk tidak menjadikannya sebagai rujukan.
Bahkan sekarang kita dimudahkan dengan hadirnya KBBI Daring. (”Daring” sendiri bukan sebuah kata Bahasa Indonesia, karena ia merupakan singkatan “dalam jaringan” — terjemahan dari kata “online”.) KBBI Daring memudahkan kita mencari sebuah kata dalam KBBI secara online. Tak pelak, KBBI Daring menggantikan buku KBBI yang setebal bantal itu sehingga lebih praktis, utamanya bagi kita yang sering mobile dan online ini.
Dengan bantuan KBBI Daring, maka pertanyaan di atas terjawab sudah.
- Paham, bukan faham.
- Pikir, bukan fikir.
- Kualitas, bukan kwalitas.
- Kuitansi, bukan kwitansi.
- Aktivitas, bukan aktifitas. Tetapi kata dasarnya tetap: aktif.
- Efektivitas, bukan efektifitas atau evektivitas. Kata dasarnya tetap: efektif.
- Salat, bukan shalat atau sholat.
- Azan, bukan adzan.
- Subuh, bukan shubuh.
Apakah Anda sudah menggunakan KBBI Daring? Kalau belum, segera kunjungi di:
http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/
dan mulailah menggunakan Bahasa Indonesia dengan Baik dan Benar.
***
Keterangan.
Sumber gambar: http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/citra/tajuk.jpg





January 30th, 2009 at 2:00 pm
Wah, saya juga lupa hal itu, Mas. bukan karena menyepelekan kamus. tapi mulai detik ini, saya berusaha untuk taat dan tekun terhadap kbbi. dan perlu disadarai, bahkan kesalahan itu banyak dilakukan oleh pelaku media, utamanya media cetak. sehingga, penulisan yang salah menjadi kaprah.