Dec 18 2008

Menulislah Meski Dengan Tetes Darah

Tag: Motivasi Menulis, Belajar dari Tokohbahtiarhs @ 9:22 am

Wiji ThukulSiapa yang tidak kenal dengan Wiji Thukul? Jika nama itu disebut, maka yang terbayang di benak kita adalah: penyair, tokoh buruh, puisi, kemerdekaan berekspresi, dan … orang hilang yang tak tentu rimbanya hingga kini.

Ya, ia memang raib entah kemana setelah telepon terakhirnya kepada Wahyu Susilo, adiknya di suatu hari tanggal 19 Pebruari 1998. Ia hanya menanyakan tentang kabar keluarga dan bilang akan segera pulang. Dan ia akhirnya memang ‘pulang’, tetapi pulang entah kemana.

Satu hal yang patut diteladani dari dirinya adalah kegigihannya menulis — dalam hal ini menulis puisi. Karena melalui media inilah pikirannya, kegelisahan dan kegundahannya, harapan dan perjuangannya bisa tersalurkan. Puisi dipilihnya mungkin karena meski singkat, tetapi puisi tajam melebihi tajamnya pedang. Bahkan katanya jika politik itu bengkok, maka puisilah yang akan meluruskannya.

Continue reading “Menulislah Meski Dengan Tetes Darah”


Dec 18 2008

Memancing Rasa Ingin Tahu dengan Pertanyaan

Tag: Tips Menulisbahtiarhs @ 6:28 am

“Apa yang Anda lakukan jika diberikan uang 10 milyar kontan sekarang juga?”
“Apa yang dilakukan presiden SBY pada saat liburan?”
“Mengapa Bush dilempar oleh wartawan Al-Baghdadiyah dengan ’sepatu’, bukan batu atau granat sekalian?”

Ya. Pertanyaan pada sebuah pembukaan pembicaraan sering menggelitik rasa ingin tahu kita, apa kira-kira jawabannya. Apalagi jika pertanyaan itu sendiri disusun begitu rupa, sehingga membuat simpul-simpul penasaran kita tersentuh dan seketika terang menyala.

Secara orang cenderung ingin tahu jawaban sebuah pertanyaan, maka pertanyaan yang disusun tepat sasaran hingga menggelitik rasa ingin tahu merupakan kekuatan pembuka sebuah pembicaraan atau tulisan. Itulah kekuatan “lead pertanyaan”.

Continue reading “Memancing Rasa Ingin Tahu dengan Pertanyaan”