Hare gene? Di zaman serba internet begini, masih bertanya dimana bisa mendapatkan referensi EYD?
Jika Anda ada waktu, pergilah ke toko buku. Cari buku EYD. Kelihatannya 100% Anda pasti akan mendapatkannya, karena buku EYD termasuk yang tidak pernah booming dicari orang. He he. Tapi mungkin yang Anda dapatkan adalah terbitan lama yang tak laku-laku sehingga bentuknya sudah kusam.
Kalau tak ingin repot dan Anda tak ada masalah dengan koneksi internet, maka di dunia maya telah banyak tersebar situs-situs yang membahas tentang EYD. Di bawah ini saya kutipkan beberapa diantaranya:
- Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan, di wikisource Indonesia. Sudah cukup lengkap, termasuk diberikan contoh penggunaannya.
- Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan, edisi 2, tahun 1987. Format PDF yang bisa Anda download. Isinya sama dengan di wikisource Indonesia di atas.
- Polisi EYD. Ini sebuah blog yang khusus membahas implementasi EYD. Anda bisa mendapatkan berbagai contoh mutakhir penggunaan EYD di lapangan, cocok sekali untuk mendapatkan pengetahuan lebih luas tentang penggunaan EYD.
- Pedoman Penulisan Tanda Baca. Ini hanya membahas penulisan tanda baca sesuai Pedoman Umum EYD.
Mudah, bukan? Anda pun tak perlu menghapalkan semua materi, cukup buka pedoman tersebut ketika Anda membutuhkannya untuk topik atau permasalahan tertentu. Kecuali Anda guru Bahasa Indonesia barangkali.
Semoga bermanfaat.
***
Kepada seluruh kaum muslimin, di manapun berada, Rumah Konten turut menghaturkan:
Selamat merayakan Idul Adha 1429 H
Semoga qurban yang kita persembahkan diterima oleh Allah Swt. Amin.
Owner Rumah Konten
Kok seperti embun saja? Ya, alangkah indahnya jika kita sedang berada di tempat yang menyejukkan. Segala panas hilang terasa. Segala syak wasangka lenyap entah kemana.
Jika sebuah konten ibarat sebuah ruang — yakni ruang berbagi — dengan segala rupa isinya, maka ia pun memiliki sifat sebuah ruang. Dan kiranya tak ada sebuah ruang yang lebih disukai semua orang kecuali ruang yang menyejukkan.
Konten yang ‘menyejukkan’ karenanya adalah konten yang membuat orang betah berlama-lama berselancar di dalamnya, membaca topik demi topik yang mencerahkan jiwanya, memetik manfaat demi manfaat dari tulisan yang ia baca, ikut memberikan komentar ketika sebuah konten menyentuh kalbunya sebagai tanda ia salut dan tersulut dengan makna yang tersingkap di dalamnya. Konten yang menyejukkan memang tak akan luput dari komentar yang ‘panas’ juga. Tetapi Anda, sebagai pemilik konten itu tetap menanggapinya dengan kepala dingin, yang menyebabkan ‘kepanasan’ itu berubah menjadi ’sejuk’ kembali.
Continue reading “Konten Hebat: Menyejukkan!”
Siapa yang tidak kenal dengan penulis ‘kampium’ yang satu ini? Namanya saja sudah menunjukkan siapa dirinya. Langit. Ya, Langit Kresna Hariadi. Sang Satria ‘Edan’ dari Padang Karautan.
Ia telah menulis pentalogi Gajah Mada, sejak Gajah Mada seri I hingga Gajah Mada Seri V Madakaripura Hamukti Moksa dalam waktu yang sangat singkat. Rata-rata 3-4 bulan buku barunya terbit. Setelah menulis sekuel Gajah Mada, ia pun kini menulis sekuel Ken Arok, Hantu Padang Karautan — itulah mengapa saya menjulukinya Satria Dari Padang Karautan — yang rencananya akan ditulisnya hingga 10 seri. Saya bisa membayangkan bahwa ceritanya akan bersambung mulai masa kecil Ken Arok hingga ontran-ontran balas dendam anak keturunan Akuwu Tumapel Tunggul Ametung-Ken Dedes vs Ken Arok-Ken Dedes di kerajaan Singhasari hingga menjelang berdirinya kerajaan Majapahit. Kini ia telah menyelesaikan Candi Murca 3: Murka Sri Kertajaya.
Continue reading “Belajar Pada Satria ‘Edan’ Dari Padang Karautan”
Banyak orang tidak produktif menghasilkan tulisan. Banyak orang tidak ajeg menulis. Banyak yang memberi alasan: “Menulis apa?? Alias tak punya stok atau bahan yang bisa dirangkai menjadi sebuah tulisan. Kalau tidak demikian, “Ah, aku sedang nggak ada mood menulis.” Dan inilah yang akan kita bicarakan kali ini.
Mood menurut kamus Oxford adalah “the way you are feeling at a particular time”. Suasana hati atau jiwa pada suatu saat. Karena itu, mood bisa (sedang) baik (good mood) dan bisa (sedang) buruk (bad mood), tergantung banyak hal.
Tetapi yang menarik, karena mood adalah suasana hati, berarti good mood sebenarnya bisa dikondisikan dan bad mood bisa dicegah. Tetapi justru yang banyak terjadi adalah kita membiarkan good atau bad mood itu menimpa pada diri kita.
Bagaimana cara mengatasi situasi ‘nggak mood’ sehingga kita bisa setiap saat menulis dengan mood yang baik? Beberapa tips atau kiat berdasar pengalaman saya di bawah ini mungkin bisa dicoba.
Continue reading “5 Tips Mencegah ‘Nggak Mood’ Menulis”