Dec 05 2008
Ingat Kata Saya: JASMEDE!
Meski pada teknis menulis ada free-writing, menulis secara bebas, tanpa perlu mengindahkan persoalan aturan penulisan, termasuk EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), tetapi saya sarankan satu hal: jika Anda ingin menjadi penulis yang hebat (apapun: buku, artikel, termasuk konten di blog, atau sekedar menulis email), maka JASMEDE. Jangan Sekali-kali Meninggalkan EYD!
Pentingkah mematuhi EYD? Toh meski EYD kita salah katakanlah, pesan dari tulisan itu tetap sampai pada pembaca, bukan?
Ya. Namun, jika ibaratnya penyampaian sebuah konten kepada pembaca itu seperti mengirim air (konten) dalam sebuah ember (EYD), maka mana yang Anda pilih:
- Airnya serupa air comberan, wadahnya ember yang kotor lagi rusak? Ataukah
- Airnya serupa air comberan, tetapi wadahnya ember bersih lagi suci? Ataukah
- Airnya bersih dan sehat, tetapi wadahnya ember yang kotor lagi rusak? Ataukah
- Airnya bersih dan sehat, dan juga wadahnya ember bersih lagi suci?




